Di mana tombol itu sebenarnya muncul
Telegram memberi setiap bot satu tombol menu di samping kotak pesan. Secara bawaan tombol itu bertuliskan Menu dan menampilkan daftar perintah. Begitu toko Anda aktif, tombol yang sama justru membuka etalase, dan itulah jalur terpendek bagi pembeli: satu ketukan dari percakapan ke katalog Anda.
Ini lebih penting daripada kedengarannya. Kebanyakan orang yang ingin membeli dari Anda tidak akan menggulir chat ke atas mencari tautan yang seseorang kirim pada bulan Maret.
Mengaktifkannya
Di dasbor, buka bot yang Anda pakai untuk berjualan dan aktifkan katalog produk. Tombol toko diatur pada saat yang sama dan mengarah ke etalase Anda. Tidak ada yang perlu diketik di BotFather dan tidak ada yang perlu di-deploy.
Kalau bot sudah lama terhubung tetapi tombolnya masih bertuliskan Menu, buka ulang chatnya. Telegram menyimpan tombol lama di cache sisi klien untuk waktu singkat.
Periksa seperti yang dilihat pembeli
Buka bot dari akun lain, sebaiknya lewat ponsel dan bukan desktop. Ketuk tombolnya. Anda seharusnya mendarat di katalog Anda dengan produk Anda, warna Anda, dan nama toko Anda. Jika yang muncul toko kosong, kemungkinan besar produknya masih berstatus draf, belum diterbitkan.
Sediakan pintu masuk kedua
Tombol itu pintu utama, bukan satu satunya. Sematkan pesan singkat berisi tautan yang sama di kanal Anda, dan letakkan tautannya di deskripsi bot supaya pelanggan baru melihatnya bahkan sebelum menulis apa pun. Dua pintu masuk menjangkau mereka yang tidak pernah melirik bilah menu.
Yang perlu dicek setelah hari pertama
Perhatikan di mana pesanan berhenti. Kalau orang membuka toko lalu pergi di layar pertama, masalahnya biasanya ada pada deretan produk pertama, bukan pada tombolnya. Pindahkan barang terlaris Anda ke paling atas dan lihat apakah angkanya berubah.